achmadi’s sanctuary

wherever I am, it’s gonna be my sanctuary

Sekilas perjalanan menyusuri ruangan bawah tanah Lawang Sewu

with 3 comments

Menjelang akhir bulan ramadhan, di area Lawang Sewu diselenggarakan pameran barang kesenian dengan tema Tjap Tjeret Tempo Doeloe. Pameran ini kebanyakan diisi oleh toko barang antik, perusahaan furnitur dan kain batik yang berasal dari daerah Jawa Tengah. Pameran tersebut diselenggarakan tanggal 25 � 30 September 2005. Selama pameran tersebut, terdapat acara tambahan yang diselenggarakan panitia penyelenggara, yiatu tur singkat menyusuri area bawah tanah Lawang Sewu.

Pada tulisan saya terdahulu, telah saya sebutkan sedikit hal mistis yang menyelimuti area Lawang Sewu, nah…. ruangan bawah tanah merupakan salah satu ruangan yang [kabarnya] terbilang cukup membuat bulu kuduk berdiri, hal tersebut cukup membuat saya pribadi ingin merasakan sensasi tersebut [awalnya sempat ragu-ragu sih, tapi akhirnya pe de juga]. Biaya tur sebesar Rp. 5000 [lima ribu rupiah], biaya sebesar ini terbilang murah dibandingkan dengan sensasi yang dirasakan sebelum, selama dan setelah selesai tur tersebut.

Tur diselenggarakan baik waktu siang ataupun malam, namun saya memilih waktu malam, selain karena sempatnya cuman saat itu juga, saya juga ingin merasakan sensasi tur malam hari. Kalau siang hari bolong gak seru dong, meskipun [mungkin] sama-sama gelapnya :p. Waktu itu hari sabtu, tanggal 29 Oktober 2005, sehari sebelum penutupan festival Tjeret Tjap Tempo Doeloe.

Tur dimulai setelah waktu maghrib, sekitar jam � 7 hingga jam 7 malam dan berakhir dalam waktu kurang lebih � jam. Dalam peraturan tur tersebut dituliskan bahwa :
1. Peserta tur tidak boleh berkata kotor
2. Peserta tur dilarang membuang sampah sembarangan
3. Peserta tur jangan sampai berpikiran kosong
4. Wanita yang sedang berhalangan [menstruasi/haid] dilarang ikut
dan masih banyak lagi… [tepatnya 10 item, tapi saya lupa detilnya :p]

Pada peraturan disebutkan bahwa peserta tur minimum 10 [sepuluh] peserta, namun saat itu peserta tur hanya dua orang, saya dan salah satu sobat saya, Karnadi. Teman saya mengatakan kalau misal hanya dua orang dia nggak mau, tapi waktu saya bilang ke panitia kalau saya gak ada masalah dengan itu, dia akhirnya mau ikut juga :p.

Ruangan bawah tanah bisa dicapai melalui salah satu ruangan yang terdapat di lantai 1. Ruangan tersebut memiliki tangga [dari kayu jati dan masih asli sejak waktu pembuatan] yang terhubung dengan area bawah tanah. Waktu masuk, kita diminta untuk melepas alas kaki dan menyalakan senter, tujuan melepas alas kaki semata-mata untuk menghindari kerusakan alas kaki kita, karena ternyata area tersebut tergenang air, dan cukup becek. Setelah berdoa, kita masuk ke area tersebut. Kesan pertama yang dirasakan setelah masuk area tersebut adalah gelap. Benar-benar gelap gulita, tidak ada penerangan sama sekali, dan tergenang air kurang lebih 5 � 10 cm. Tur tersebut dipandu oleh salah satu panitia yang bernama Abdul Haris. Usianya sekitar 50-an, sosoknya keras dan kokoh, dari raut mukanya terlihat bahwa dia sudah banyak makan asam garam kehidupan. Waktu awal perjalanan kita dibekali dengan lilin dan dupa. Lilin digunakan untuk membantu penerangan supaya kita lebih mudah membaca area, sedangkan dupa digunakan untuk … ah, sudahlah… saya juga kurang paham mengenai kegunaan dupa selain untuk aroma ruangan.

Pada saat pertama kali kita masuk area bawah tanah, pemandu tur mengatakan sesuatu, kuran glebih seperti ini.
�Mbah.. nuwun sewu.. mboten nganggu lo mbah…. cuman bade liwat…�
ya.. kurang lebih seperti itu lah.. saya juga kurang jelas mendengarnya. Dalam bahasa Indonesia diartikan kurang lebih seperti ini
�Mbah… permisi… kita tidak ingin mengganggu… hanya lewat…�
Mungkin ini adalah salah satu cara untuk minta ijin lewat area tersebut. Karena saya tidak tahu apakah ada �penunggu� disana dan tidak diberi kemampuan untuk �melihat�, saya mengiyakan saja.. Btw, sempat merinding juga sih :p.

Ruangan bawah tanah Lawang Sewu berbentuk persegi dan jalur yang kita lewati mengitari bangunan utama Lawang Sewu, atau bisa disebut sebagai pondasi dan saluran air. Pada jalur yang kita lewati selama tur, terdapat pipa air peninggalan Belanda yang masih terlihat kokoh hingga saat ini. Untuk urusan yang satu ini saya salut dengan para penjajah kita. Track sepanjang beberapa ratus meter ini seluruhnya becek dan tergenang air, pada beberapa area, ketinggian air mencapai kedalaman hingga sekitar 15 cm. Selama perjalanan, kita menyalakan lilin dan dupa pada beberapa titik, hampir di setiap ruangan yang kita lewati, kita nyalakan lilin dan dupa, kemudian kita letakkan masing-masing satu buah di tempat tersebut.

Memang, selama perjalanan, sempat terdengar suara-suara aneh seperti dengungan, kemudian sedikit suara berisik, dan hal-hal lainnya, tapi entah kenapa, perasaan saya mengatakan bahwa semuanya bakal aman dan terkendali. Ruangan bawah tanah bagian tengah terdiri dari ruangan yang bersekat-sekat tanpa pintu dengan ketinggian tembok sekitar � meter. Saya menanyakan kepada pemandu kegunaan ruangan tersebut, namun jawabannya kurang memuaskan, pada awal mula, dia mengatakan bahwa ruangan ini bisa jadi merupakan tempat tahanan, namun keterangan dia berikutnya dia meminta kita menafsirkan fungsi ruangan tersebut. Pada salah satu area, terdapat sekat-sekat setinggi langit-langit [ketinggian langit-langit sekitar 2 meter] yang terlihat seperti kamar kecil.

sekat kotak ruangan tengah

Saat mendekati ruangan tengah, pemandu kami mengatakan bahwa kalau misal kita punya uang receh, tolong dilemparkan beberapa ke area bawah tangga [tempat kita masuk pertama kali], karena pada tempat tersebut saat pertama kali ditemukan, terdapat banyak tengkorak manusia. Wakss… saya sempet kaget waktu mendengar keterangan ini, spontan saat itu juga saya merogoh kantong mencari receh [alhamdulillah ada dikit, 300 perak, ?] seketika itu juga receh tergenggam erat di tangan. Heheheh….

Pada beberapa area, terdapat bekas renovasi, salah satunya terlihat beberapa lubang yang ditutup. Lubang tersebut sebelumnya [kelihatannya] merupakan lubang yang sengaja dibuat, bukan lubang akibat kerusakan, rekan saya sempat bertanya kepada pemandu kami dimana letak lorong yang menghubungkan antara Lawang Sewu dan SMAN1 serta SMAN 3 tapi sayang sekali pemandu kami tidak mengetahui dengan persis keberadaan lorong tersebut. Pada beberap sisi ruangan terdapat pintu besi yang menjadi jalan keluar dan langsung terhubung dengan halaman luar, namun kebanyakan pintu tersebut sudah ditutup.

Pada akhir perjalanan kami menemui tembok dengan lobang berukuran 1 * 0.5 meter berbentuk bujur sangkar dengan ketinggian lobang tersebut sekitar 1 meter dari permukaan tanah. Di sebelah tembok tersebut terdapat ruangan berukuran sekitar 4 x 4 meter dengan sekat-sekat setinggi 0.5 meter. Pemandu kami mengatakan bahwa ruangan ini mungkin digunakan untuk penyiksaan tahanan. Entah ini hanya perasaan saya saja atau memang benar, tapi ruangan tersebut terasa agak �berbeda� dibandingkan dengan lorong yang kami telusuri. Meskipun begitu mulut saya mengatakan �Oo… ini toh… biasa aja tuh�.

sekat panjang ruang tengah

Saya heran, selain lorong yang kami telusuri, seluruh penghubung antar ruangan berketinggian sekitar 1 meter. Sedangkan seluruh sekat yang terdapat di ruangan tengah semuanya kurang lebih seragam, berketinggian sekitar 0.5 meter. Sekat-sekat tersebut tidak memiliki celah antara, jadi hanya seperti ruangan yang dikotaki kecil-kecil saja.

Mohon maaf bila tidak ada foto yang menyertai tulisan ini, selain dikarenakan larangan untuk memotret, saya juga sedang tidak membawa kamera saat itu :D .

Pada akhir ruangan, kita dibawa mengitari kembali beberapa bagian yang tadi baru saja kita lewati saat awal sekali lagi, supaya lebih mengenal dengan baik area tersebut. Dengan panduan nyala lilin yang baru saja kami pasang pada beberapa bagian ruangan, kondisi global seluruh area tergambar lebih jelas di pikiran kami, makasih pak ……

rute perjalanan

Ketika kita mengakhiri tur, lewat area dekat tangga, saya lemparkan beberapa koin uang ke tempat yang [kabarnya] berisi banyak tengkorak manusia ketika pertama kali ruangan bawah tanah tersebut ditemukan. Terlihat secara jelas banyak sekali koin receh di area tersebut. Ruangan tersebut berukuran sekitar 3 x 3 meter, dengan sekat tembok memanjang di ruangan tersebut dengan ketinggian sekitar 0.5 meter. Setelah itu, kita kembali ke lantai satu, naik tangga. Waktu naik tangga, tiba-tiba senter yang saya pegang mati…. Ooops… alhamdulillah, matinya sekarang, enggak waktu tengah-tengah perjalanan…

tempat lempar koin yang dulunya banyak ditemukan tengkorak

Area yang kita lewati saat tur tersebut salah satunya merupakan area uji nyali yang digunakan saat syuting Dunia Lain di Trans TV. Mungkin para pemirsa acara tersebut masih ingat waktu acara uji nyali tersebut terlihat dengan jelas bayangan sosok perempuan berambut panjang berbaju putih mendekat ke arah kamera dan peserta uji nyali tersebut. Nah… kita lewat area itu juga. Waktu kita tanya soal acara tersebut, pemandu mengatakan bahwa para �penunggu� Lawang Sewu memang dipersiapkan khusus untuk acara tersebut. Jadi, kru mempersiapkan berbagai �syarat� yang diperlukan, kemudian mengumpulkan �penunggu� Lawang Sewu pada salah satu area, kemudian dilakukan pembagian tugas, siapa yang bakal datang dan mengganggu peserta uji nyali tersebut.

Episode Lawang Sewu tersebut merupakan salah satu episode acara Dunia Lain yang memiliki rating tertinggi dan banyak sekali yang meminta pemutaran ulang acara tersebut. Salah satu penyebab tingginya rating adalah karena penampakan mahluk halus tersebut terlihat dengan cukup jelas. Wah… kalau saya ingat episode tersebut sempat merinding juga… :p.

Written by achmadi

November 1st, 2005 at 10:49 pm

Posted in Macem - macem

3 Responses to 'Sekilas perjalanan menyusuri ruangan bawah tanah Lawang Sewu'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Sekilas perjalanan menyusuri ruangan bawah tanah Lawang Sewu'.

  1. PERTAMA…!!!!!!!!

    boku_baka

    7 Dec 05 at 3:47 am

  2. absen™

    idban

    7 Dec 05 at 10:50 am

  3. Bagus juga tulisan anda,jadi buat para penakut seperti saya yg nggak bakalan mau masuk bisa tau jelas apa dan bagaimana situasi….Thanks alot..keep the good works

    Best regards
    rina soe

    rina

    10 Jun 09 at 10:41 am

Leave a Reply