achmadi’s sanctuary

wherever I am, it’s gonna be my sanctuary

Rute Semarang – Jakarta – Batam dari sudut pandang yang berbeda

with 18 comments

Minggu kemarin saya pulang ke Semarang dikarenakan ada hal mendesak yang harus dilaksanakan. Bahasa kerennya “ada keperluan keluarga”, padahal saya masih belum berkeluarga. Entah dari sudut EYD hal ini benar atau tidak :D . Dalam perjalanan pesawat BatamJakartaSemarang pulang pergi, saya menggunakan maskapai penerbangan yang berbeda. Dari Batam ke Jakarta saya menggunakan Lion Air, rute Jakarta – Semarang menggunakan Adam Air. Perjalanan pulang dari Semarang – Jakarta – Batam saya menggunakan Sriwijaya Air.

Oh ya, untuk menyegarkan ingatan saya, perjalanan keberangkatan saya pertama kalinya ke Batam menggunakan maskapai penerbangan Batavia Air.

Dalam tulisan kali ini saya ingin mengangkat perbandingan berbagai maskapai penerbangan yang pernah saya gunakan dalam rute Batam – Jakarta – Semarang, ataupun kebalikannya. Namun kriteria yang saya gunakan agak sedikit berbeda dibanding analisis para pakar penerbangan. Saya menggunakan parameter yang sangat subyektif dalam memandang kualitas maskapai penerbangan dari sisi pramugari dan juga sedikit tambahan dari layanan yang diberikan oleh mereka dalam berbagai aspek.

Perlu diingat bahwa tulisan ini didasarkan pada pengalaman pribadi, tidak pula berdasarkan riset menyeluruh, apalagi menggunakan berbagai metode statistik yang pada akhirnya memunculkan angka 68% (Hi Oy !!).

Kita mulai dari maskapai penerbangan yang pertama kali menerbangkan saya ke Batam, yaitu Batavia Air. Maskapai penerbangan ini relatif baru berdiri, namun cukup gencar dalam beriklan dan mengajak masyarakat untuk berinteraksi melalui berbagai kuis. Perjalanan Semarang – Batam waktu itu (kurang lebih akhir bulan Januari 2006) tidak menggunakan penerbangan langsung (direct), melainkan connecting flight Semarang – Jakarta – Batam. Langsung saja, kualitas pramugari mereka saat itu cukup baik. No offense please, saya seorang lelaki yang normal, saya nggak bakal membahas mengenai pramugara, saya serahkan masalah tersebut kepada koh pahmi sahaja. Saya katakan kalau pramugari Batavia Air cukup menarik. Busana yang dikenakan pramugari waktu itu berupa seragam warna merah, tidak begitu longgar, namun juga tidak ketat. Mereka mengenakan celana panjang kain, bukan rok. Saya lupa nama pramugarinya, tapi kalau gak salah, seingat saya namanya masih memiliki aura Batak (entah Siregar, Tampobolon, atau apalah namanya, yang pasti bukan Enda Nasution, cuih ! *nyamar jadi pot bunga* :p ). Layanan mereka cukup baik, namun tidak ada sesuatu yang spesial, unik, dan khas dalam pekerjaan yang mereka lakukan. Semuanya serba biasa. Senyum yang manis, iya.. tapi masih biasa. Ucapan yang sopan iya, tapi tetap masih biasa. tidak ada sesuatu yang istimewa dan memberikan sense of uniqueness dari layanan para pramugari Batavia Air. Sayang waktu itu pramugarinya terkesan agak judes (mungkin udah faktor muka kali :D ). Tapi tetep ramah kok.

Setelah Batavia, saya ingin menceritakan pengalaman saya menggunakan Lion Air dari penerbangan Batam – Jakarta. Well.. dari keseluruhan maskapai penerbangan yang pernah saya gunakan, harus saya akui kalau pramugari Lion Air memiliki kualitas diatas rata – rata secara keseluruhan. Cantik, menarik, semampai, senyumnya juga manis. Ditambah lagi dengan seragam mereka berupa balutan baju dengan lengan 3/4 dan rok panjang (dengan belahan pinggir diatas lutut :p). Saya sempat berpikir kalau mereka itu mungkin direkrut dari agensi modeling. Ada teman kantor yang mengatakan kalau pramugari Lion Air memang terkenal cantik dan menarik, hmm…. kalau ini benar adanya mungkin bisa jadi pertimbangan untuk penerbangan saya berikutnya. Dari segi layanan, masih standar, biasa, tidak ada sesuatu yang unik dan istimewa. Bahkan pada beberapa kesempatan saya merasakan bahwa senyum dari salah seorang diantara mereka terkesan dipaksakan. Anehnya, setelah penerbangan selesai, saya menjumpai mereka (para pramugari Lion tersebut) berjalan bersama di area pengambilan bagasi Gate D1 dengan ekspresi yang ceria, tertawa, pokoknya kelihatan bahagia lah… Disitulah saya baru merasakan bahwa mereka sebenarnya lebih terlihat mempesona dengan kondisi seperti itu, dibandingkan pada saat mereka bertugas di dalam pesawat.

Bahasan selanjutnya adalah mengenai maskapai penerbangan Adam Air. Saya menggunakannya untuk penerbangan Jakarta – Semarang di minggu kemarin. Khusus untuk maskapai ini saya menambahkan sedikit mengenai kondisi pesawat yang saya gunakan saat itu. Saya sempat kaget dan was-was saat melihat kondisi interior pesawat. Dari warna dinding dan langit-langit yang sudah krem kusam (saya yakin sekali kalau warna aslinya pasti putih bersih) dan kondisi kursinya yang terlihat agak kurang terawat. Dari segi pramugari, saya lebih kaget lagi. Kenapa ? Karena di pandangan saya tertangkap sosok pramugari yang lebih menyerupai SPG produk kecantikan di mal-mal yang pada umumnya bersolek secara berlebihan. Dengan maskara yang tebal, bulu mata palsu (sebagian), rok pendek, dan juga stocking hitam. Tambahan lagi, semua rambut mereka di cat pirang sebagian. Warna seragamnya oranye ngejreng pulak. Duh…. Tapi saya [mungkin] [sedikit] menangkap maksud dari dandanan dan seragam mereka. Adam Air sepertinya berkeinginan untuk memberikan nuansa muda, stylish, funky sebagai ciri khas mereka. Namun sayang sekali konsep tersebut tidak didukung oleh kualitas dari para pramugari tersebut, baik dari segi kecantikan maupun proporsi tubuh (waktu itu enggak ketemu yang model gitar spanyol diantara mereka). Dalam melayani, mereka terkesan terburu – buru, dan lagi itu satu pesawat kok saya merasa pramugarinya banyak banget ya.. mungkin ada 4 – 5 orang pramugari ditambah satu orang lagi yang [kelihatannya] memegang sebagai pemimpin diantara para pramugari tersebut. Namun ada sedikit keunikan dalam salam yang diucapkan oleh pramugari Adam Air, saya sudah agak lupa, tapi saya coba tulis ulang (kalau kata-katanya salah, mohon dikoreksi).

“Para penumpang yang TERCINTA, bla bla bla….”

Saat mendengar salam tersebut, saya langsung mengernyitkan dahi, saya pikir saya salah dengar, tapi kemudian kata-kata tersebut diulang kembali. Bahkan penumpang di belakang saya berkata dengan nada sedikit geli mengenai kata-kata tersebut. Boleh juga taktik, konsep dan strategi mereka, tapi tetap disayangkan mengenai kualitas “fisik” dari pramugari-pramugarinya masih kurang (teteup.. kekeuh :p ).

Review berikutnya adalah Sriwijaya Air. Saya menggunakan maskapai ini untuk penerbangan Semarang – Jakarta – Batam menggunakan connecting flight. Alasan saya menggunakan connecting flight tersebut adalah saya membawa barang bawaan dalam dus yang cukup besar. Saya pikir kalau penerbangannya terpisah mungkin saya harus mengurus ulang bagasi saya, bilamana hal tersebut terjadi, saya bakalan cukup repot. Bila ternyata pemikiran saya salah, please CMIIW. Satu hal yang membedakan penerbangan Sriwijaya Air dengan penerbangan lain yang pernah saya gunakan ntuk rute Semarang – Batam ataupun kebalikannya adalah mereka menyajikan snack, tidak hanya air mineral satu gelas + sedotan sebagaimana yang lazimnya dilakukan oleh maskapai penerbangan lainnya diatas. dua kali saya terbang, dua kali pula saya dapat snack tersebut.

Dari segi pramugari, masih belum menemukan satupun yang “lolos sensor”. Masih terlalu biasa, tidak ada yang “bersinar”, apalagi “berkilau” :D . Dari sudut pandang seragam, tidak ada yang unik dibandingkan dengan maskapai lainnya. Tapi ada satu hal yang saya cukup salut pada Sriwijaya Air. Saat itu pesawat benar – benar take off sesuai waktu yang dijadwalkan di tiket. Seluruh maskapai yang pernah saya gunakan jasanya baru mengijinkan para penumpang untuk keluar dari ruang tunggu bandara paling cepat pada waktu yang tertera di tiket, tapi Sriwijaya Air sudah mempersilakan para penumpangnya untuk masuk ke pesawat sekitar 15-20 menit sebelum waktu keberangkatan yang tertera di tiket. Hal ini yang menyebabkan pesawat sampai di tujuan benar-benar tepat waktu. Eh, bukannya saya mengulas berdasar pramugari ?? Ok, kembali ke jalan yang benar… Pramugari-pramugarinya masih biasa aja.. Tidak ada yang istimewa :D Eh, tapi barusan teman saya mengatakan kalau pramugari Sriwijaya Air tuh cakep-cakep, apalagi yang namanya Ratih. Ada yang bisa mengirimkan screenshotnya ? :p

  Wajah Postur Dandanan Layanan Keunikan
Batavia Air Bagus Bagus Cukup Cukup Tidak ada
Lion Air Bagus sekali Bagus Sekali Bagus Cukup Rok belahan
Adam Air Biasa Biasa Duh….. Cukup Salam Pembuka
Sriwijaya Air Biasa Biasa Biasa Cukup Ada snack !

So, dari pengalaman tersebut, dapat diambil kesimpulan, kalau memang mau cari yang ada makanan/snack-nya, silakan ambil Sriwijaya Air, sukur-sukur ketemu ma Ratih. Kalau mau cari yang pramugarinya cakep-cakep, sila gunakan Lion Air. Kalau pengen yang agak funkeh, macam style co-galz dari Jepun, silakan gunakan Adam Air.

Saya ulang sekali lagi bahwa tulisan ini sangat subyektif, secara saya adalah yang nulis dan nulisnya di blog saya sendiri, jadi terserah dong saya mau ngomong apa. Tapi bila ada pihak-pihak yang tersingggung dengan tulisan saya, saya mohon maaf.

Moral of the story, jangan tanggung-tanggung kalau mau bisnis maskapai penerbangan, konsep utama harus ditanamkan dalam segala lini, sehingga para pengguna jasa bisa merasakan aura dan konsep dasar yang dianut perusahaan pada kesempatan pertama. Mungkin cara-cara yang ditempuh oleh Adam air sudah benar (dengan mengkonsepkan layanan yang muda, dinamis, dsb), sayang implementasi dan juga tukang casting-nya kurang qualified dalam menyeleksi calon pramugari :D .

Sedikit tambahan, diantara semua pesawat yang pernah saya gunakan, penerbangan dengan Boeing 737-400 dari Lion Air yang saya gunakan untuk jalur Batam – Jakarta minggu kemarin merupakan penerbangan dengan kondisi pesawat yang paling bagus.

So? Ini udah ngantuk nie, dah ampir jam 1 malem.. udah dulu aja deh.

Cheers.

Written by achmadi

June 6th, 2006 at 5:48 pm

Posted in Macem - macem

18 Responses to 'Rute Semarang – Jakarta – Batam dari sudut pandang yang berbeda'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Rute Semarang – Jakarta – Batam dari sudut pandang yang berbeda'.

  1. oalah baru mudek toh
    oleh2nya mana
    kampret gak pernah nongol2 lg

    geblek

    6 Jun 06 at 9:28 pm

  2. kampret mudek gak bilang
    oleh2 nya mana

    geblek

    6 Jun 06 at 9:53 pm

  3. lion ama adam udah pernah…
    gw ogah lagi naek adam air…
    gag ada yang asik..!!!
    gag ada yang cakep, dandanan aneh pula

    mending lion air.. iya, cakep cakep… :D

    didats

    8 Jun 06 at 2:21 pm

  4. Pramugari Lion muka mang cakep tapi atinya pada belatungan, moralnya kagak ada, siska(sisa Kapten), suka embat laki orang, prostitusi terselubung rok belahan tinggi hanya buat jualan duang sorry man ogut paling benci ma pramugari lion terutama buat maniak Lolita Krones semoga diterima disisi Tuhan

    BAON

    5 Dec 06 at 10:22 am

  5. Ternyata pramugari menjadi kriteria yang cukup penting juga yah bagi para penumpang :-)
    Kalau aku sih yang penting : Murah, Aman dan Tepat Waktu :-) kalau mau lihat cewek cakep sih mendingan maen aja ke MALL :-p

    Alex Budiyanto

    6 Dec 06 at 6:09 am

  6. wah……..
    ternyata sering naik lion yah?
    gimana soal pelayanannya?lumayan kan?:)
    gini mas,saya salah satu crew lion air,tepatnya enginer boeing
    hehehehe………saya baca di artikel anda nampaknya anda lebih ngeliat sisi pelayanan pramugari nya deh,tapi wajar lah (namanya juga cwo)
    mas,klo lain kali naik lion,jangan lupa nanya………
    *mbak no hp nya brapa?*
    pasti dikasih deh,sumpah.yang penting situ caranya sopan loh.

    andhika di makassar

    Andhika

    6 Dec 06 at 11:02 pm

  7. wah, ulasan lama masih ada yang komen juga ya ?

    to BAON :
    wah, kalo itu saya tidak tahu sampe sedalam itu. No komen ebot tet lah…

    to Alex :
    lah, kalo ke mall ngeliat cewek cakep udah biasa lex.

    to Andhika :
    hmm.. bisa dicoba nih kapan-kapan :D . Salam kenal mas Andhika.

    achmadi

    7 Dec 06 at 5:31 pm

  8. pramugari ya gitu gitu ajaaaaaaaa

    jatmiko

    11 Dec 06 at 2:54 pm

  9. geblex
    namanya adamair, batavia, lion, trus yang tiketnya murah ma jangan diarepin istimewa pa lagi special.
    jauh kali………………….dah sampe slamet aja dah untung smarang jakarta ja 250 rebu mana asyik
    hehehehehehehehehehehehehehehehe

    akim

    20 Dec 06 at 4:23 pm

  10. wuah wuah..kyknya mas baon punya pengalaman tidak menyenangkan dengan mbak “LK” ( demi asas praduga tidak bersalah )..wah sakit hati/kesel/bt atau apapunlah boleh aja kok..tapi kita juga tidak bisa nge-judge semua awak cabin / pramugari seperti demikian!!..memang saya akui, ada juga beberapa dengan kriteria yang mas sebut diatas..tetapi jangan karena nila setitik-rusak susu sebelanga..tidak semua pramugari *APA-PUN MASKAPAI-NYA* bisa di tiduri oleh awak cockpit ( Captain atau Co-Pilot ) ataupun melakukan prostitusi terselubung ataupun hatinya belatungan *kalo sampe belatungan,saya curiga apakah itu pramugari atau KUNTILANAK / SUNDEL BOLONG???*..maaf saya menulis ini tanpa ada tendensi apapun juga , walaupun saya juga berprofesi sebagai Pilot..Tetapi saya percaya dan menyaksikan sendiri dengan mata kepala saya sendiri bahwa tidak semua pramugari itu negatif,mungkin kalau mau kita bandingkan skalanya hanya 5% saja dari sekitar Ribuan awak cabin disemua airlines yang beroperasi di INDONESIA.Selebihnya Insya ALLAH masih baik-baik saja , yah walaupun terkadang sikap dan tingkah laku mereka juga tidak lepas seperti anak-anak gadis muda sebaya mereka yang suka clubbing,shopping,tp-tp atau apapun aktifitas keremajaan mereka..maklum saja hampir 70% awak cabin yang bertugas di beberapa Airlines Indonesia berusia antara 18 – 25 Tahun..Dan banyak dari mereka juga yang punya prestasi mengagumkan seperti Juara MTQ , Juara Paduan Suara Gereja dan lain lain yang mengarah kepada hal hal POSITIF +..bahkan dalam beberapa penerbangan saya , saya seringkali menemui awak kabin saya sedang menjalankan kewajiban Sholat 5 waktu-nya disela sela kesibukan mereka bertugas. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengenakan jilbab bilamana off duty / baju bebas.. Maaf neh, sekali lagi saya tidak ada tendensi apapun dalam hal ini, saya hanya ingin mengungkapan sedikit fakta yang mungkin kawan-kawan jarang / belum tahu mengenai profesi awak kabin / PRAMUGARI..Kalo boleh ngutip kata bang candil*seurieus”..*Pramugari juga manusia*..kayaknya segini dulu yah,kapan kapan saya akan lanjutkan kembali..untuk yang punya rumah * mas Achmadi * salam kenal mas, buat andhika UPG , see you in UPG yah ntar kalo saya RON sana ajak makan Coto atau makan ATI RAJA yah..khan dekat ma Hotel ****** *****…buat bung baon, semoga keterangan saya ini berguna yah…thanks…Wasalam.. Capt Fian

    FIAN

    31 Jan 07 at 6:54 pm

  11. Wahh,.. boleh juga nehh pake Lion
    Kayaknya gw harus ambil yg VIP neh biar ada kesempatan buat buat ngedeketin pramugarinya Lion :)
    tq infonya buat Mas Andhika

    Khoirur

    25 Aug 07 at 12:42 am

  12. Yup…gak semua pramugari bisa ‘dibawa’
    Pengalaman, gw punya ce pramugari lion and sampe skrg. Dari awal dia tamat SMA, ikut tes, pendidikan dan sekarang tugas, dia udah bersama gw.Dia cantik .menarik.And,yang paling bikin gw suka ..orgnya benar2 taat beragama. Gw sampe malu sendiri sama dia. Justru gw banyak berubah karena dia.

    Semua tergantung orgnya Mas. Kalo mang dasarnya gak bermoral, mo jadi apapun ya pasti tetap kayak gt.

    Gak usah takut mas nyari ce pramugari. Kenali dulu orgnya, baru kasih penilaian.Jgn sama ratain

    Say

    5 Sep 07 at 3:41 pm

  13. Sebenarnya pramugari itu kan nggak perlu cantik. Yang paling penting justru jiwa melayaninya dan nggak panik kalau ada kecelakaan (mendahulukan penumpang).
    Di sini banyak pramugari yang nggak cantik, nggak muda lagi, badan pun ya…sudah agak melar, tapi senyumannya ramah banget.

    Joan

    6 Sep 07 at 9:31 pm

  14. Assalamu’alaikum
    ikut nimbrung nich bro. btw… mudah2an pramugarinya dijilbabin :) . soalnya wanita yg udah balig harus nutup auratnya. ya ga … apapun pekerjaannya, stay with jilbab only.

    be careful ok
    Aisyah, South Borneo

    Aisyah

    20 Nov 07 at 8:51 am

  15. buat BAon, waduh.. mau tau dong LK itu emangnya kenapa yah.. soalnya ada temen aku yang bekas pacarnya dia gitu dulu..hihihihi… ayuk.. ceritanya ditunggu…

    kuarrell

    29 Nov 07 at 5:29 pm

  16. saya lebih suka kalau pramugari sriwijaya memakai rok,saya harap sriwijaya merubah penampilannya(memakai rok)agar terlihat forma,,feminim,dan cantik,sebab kalau pakai rok akan terlihat kecantikan yang lebih mendalam

    roby

    25 Jul 08 at 10:11 pm

  17. BARU!!! http://www.jktlinks.com

    Menghubungkan semua badan usaha khusus di Jakarta.
    Gratis untuk mencatumkan link webside Saudara bulan ini.
    Badan usaha tidak mempunyai website???
    Kami dapat memberikan paket komplit dengan harga bagus.

    Hormat kami,
    Jeffrey & Feggy
    Managing Director
    Jakarta Links

    Webshop: http://webshop.jakartalinks.com

    Jakarta Links

    25 Jul 08 at 10:58 pm

  18. waduh mas,,,,,,

    menurut km kriteria khusus d Batavia ap???
    kayak fisik gt
    ap besar2,imut2,to tinggi kurus??
    terus ap smw pramugari’na pintar b’bahasa inggris??

    soal’na sya baru mau mencoba ikut seleksi

    dila

    17 Sep 08 at 12:40 pm

Leave a Reply