achmadi’s sanctuary: wherever I am, it’s gonna be my sanctuary

Choose a Topic:

Sun
31
Dec '06

Sumpah serapah insan nista

Sekitar setengah jam yang lalu berbagai luapan kekesalan terlontar dari mulut. Badan yang sedianya bakal diajak istirahat akhirnya diminta kembali untuk bertugas. Sebagai opisboi satu-satunya di kantor, saat-saat seperti ini memang semuanya berpulang ke saya. Ada beberapa pekerjaan fisik yang sedang berjalan di kantor yang mengharuskan saya untuk memastikan semuanya berjalan lancar, dan akhirnya datanglah saya ke salah satu ujung pulau ini.

Namun kurang lebih 15 menit yang lalu saya merasa amat bersyukur atas segala hal yang telah terjadi, atas semua karunia yang disiramkan tanpa batas dari Sang Maha Segalanya. Dihadapan saya adalah orang yang sedianya mengerjakan pekerjaan tersebut, usianya sekitar 30-40 tahun. Dia kelihatan antusias dengan pekerjaannya, semua alat telah disiapkan dan dia menunggu di teras. Kali pertama kita berkomunikasi saya baru menyadari kalau dia tidak bisa mengucapkan kata-kata dengan sempurna dalam bahasa Indonesia, mungkin dalam bahasa lainnya juga. Maaf, saya bukan tipikal orang yang bisa bilang DISABLE, apalagi cacat. Saya jauh lebih suka menyebutkan sebagai DIFABLE (Different Ability).

Dengan mengamati antusiasme dia untuk tetap bekerja di hari libur ini, lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangan yang Allah berikan kepadanya, dia tetap bersyukur dan semangat untuk melakukan aktifitasnya (yang notabene sangat meringankan pekerjaan kami). Alangkah nistanya saya ini, yang telah merutuki kedatangannya hari ini. Bisa jadi dia memiliki keluarga yang harus dibukakan jalan rizkinya, yang masih sangat mengandalkan dirinya untuk menjadi pembuka masa depan.

Tak terkira rasa syukur yang telah Kau anugerahkan kepada seluruh umat-Mu, terima kasih atas “sentilan” yang Kau berikan kepadaku. Jangan lupa untuk selalu memberikan “peringatan” dalam bentuk apapun.

Dan ternyata tingkat pengorbanan saya masih belum ada apa-apa nya. Saya masih terlalu junior, untuk menapaki kehidupan ini.

SELAMAT IDUL ADHA 1427 H
Semoga kita selalu dapat lebih berkorban dalam keadaan apapun, Amiin.

Thu
14
Dec '06

Jangan komen di blog seleb ?

Wakakak, barusan dapet beberapa banner dari Ronceh. Didasari niatan dari cak Andry, maka saya merasa tertarik untuk ikut serta. Mumpung belum ngetren dan gw bukan termasuk seleb blog kayak Mbah Pri, Jeng Enda, ato Fanny. Waktu tulisan ini disusun, Mbah Andika maupun Pak Hadi Tata Boga sudah memuat tulisan yang kurang lebih senada :p.

Salam dari kaum proletar.

Barusan gambarnya ketinggalan :

*siul-siul*