achmadi’s sanctuary: wherever I am, it’s gonna be my sanctuary

Choose a Topic:

Fri
19
Jan '07

Beli buku asli ? Kenapa tidak ?

Ok, mohon tulisan ini dicermati dan dibaca dengan hati yang tenang, kepala dingin dan sikap yang jujur. Jangan anggap saya sombong, ini cuman tulisan sederhana yang sudah lama pengen keluar cuman belum sempat. Tidak ada data statistik ataupun perhitungan yang mendasari analisis yang tertuang di tulisan ini.

Sekali lagi saya tegaskan bahwa tulisan ini sangat teramat subyektif sekali.

Dunia bajak membajak di Indonesia memang sangat mendarah daging, maaf ini hanya wacana dan tidak ada data analisis yang akurat yang mendasari kalimat barusan, tapi setidaknya hal inilah yang saya rasakan. Selain itu masyarakat Indonesia juga terbiasa menjadi konsumen murni. Bagaimana cara merubah perilaku konsumtif menjadi produktif ? Salah satunya adalah dengan membiasakan budaya untuk selalu belajar tanpa batasan waktu, tempat dan usia. Sumber ilmu dari mana sih ? Buku, internet, kehidupan sosial sehari-hari, dan masih banyak lagi.

Kalau kita selama ini terbiasa untuk menggunakan buku foto kopi sewaktu masih menjadi pelajar/mahasiswa, namun ketika sudah mampu untuk beli buku yang asli kenapa masih saja banyak sekali alasannya ? Ok, memang tidak semua orang memberikan penghargaan terhadap buku dengan sedemikian bagusnya, dan tidak semua orang juga suka membaca. Tapi dengan kita membeli buku, kita secara langsung memberikan kontribusi dan turut serta melancarkan roda ekonomi dan kehidupan bagi banyak orang, mulai dari penulis, penerbit, penjual, dan banyak lagi lainnya.

Oke lah, saya gak munafik kalo saya juga masih menyimpan berbagai e-book “gratisan” yang kalo misal di-”convert” jadi buku dan dirupiahkan bisa buat beli mobil. Tapi setidaknya semenjak beberapa waktu terakhir ini sudah mulai belajar menyisihkan sebagian kecil rizki untuk beli buku. Dan ternyata setelah sekian lama, ada perasaan yang berbeda saat membaca dan memiliki buku-buku tersebut. Salah satunya adalah perasaan yang menganggap buku-buku tersebut sebagai aset, sesuatu yang tidak bisa diperlakukan seenaknya, ada rasa sayang terhadapnya.

Kalau dulu buku Unix Network Programming karya W. Richard Stevens (yang fotokopi tentunya) sering dilempar ke atas kasur dan diperlakukan semena-mena (bahkan sempat jadi alas piring waktu makan makanan panas) maka sekarang saya tidak bisa lagi melakukan hal yang sama pada TCP/IP Guide karya Kozierok atau Deception Point edisi spesial karya Dan Brown yang baru saja kelar saya baca. Kenapa perlakuan saya berubah terhadap dua hal yang sama-sama kumpulan kertas penuh noda tinta yang dijilid itu ?

- Yang pertama, itu buku cetakan asli itu mahal gila! Gak mungkin saya perlakukan seperti itu.Bisa menyisihkan rizki sampe dapet buku itu susah jendral ! Carinya musti ke luar negri, cari toko yang jual juga ga gampang, pas di toko buku juga cuman satu, gak ada lainnya, cari yang bekas juga gak ada yang jual.
- Jadi lebih sering baca, diulang-ulang lagi. Sayang kalo udah beli mahal-mahal tapi ilmunya gak dapet sampai tuntas. Akibatnya ya itu, pengetahuan jadi lebih terasah. Pada saat membaca subjek yang sama pada kali kedua dan kelima, pemahamannya dan proses analitis yang terlintas di kepala berbeda.
- Ada perasan puas dan bersyukur bisa menyisihkan sedikit rupiah untuk berinvestasi terhadap diri sendiri. Memang kadang-kadang kalo sering make barang gratisan atau murahan tingkat syukurnya juga beda.
- Dibanding e-book atau buku fotokopian, buku cetakan asli lebih nyaman untuk dibaca. Gak perlu idupin komputer, gak perlu ribet shutdown kalo udah ngantuk, bisa dibaca sambil bersandar di kasur, tintanya gak “mblobor”, kalo udah kelar tinggal masukin ke rak, sederhana dan nyaman.

Mungkin koleksi buku saya masih sangat sedikit sekali (dibanding punya bapak yang bisa jadi perpustakaan sendiri), koleksi oom Budi Rahardjo, atau koleksi tante Mira, saya masih junior. Tapi setidaknya saya sudah berusaha untuk menghargai ilmu pengetahuan dengan cara saya sendiri.

Mungkin sifat saya yang ini turunan dari Bapak. Beliau sangat mencintai buku, kalau kemana-mana salah satu oleh-oleh adalah buku. Dulu waktu masih SD bacaan saya Time Life Series dan sebangsa itu, SMP naik dikit jadi Popular Electronics (ato apa lah, lupa), dan masih banyak lagi. Meskipun buku-buku tersebut beberapa tidak baru tapi kondisinya masih dalam keadaan baik, bahkan sampai sekarang. Salah satu hal yang saya ingat sampai sekarang adalah pernah suatu waktu saya diajak pergi ke toko buku Astoria (di Semarang), yang menjual buku-buku impor berkualitas (Gramedia waktu itu terlalu komersil). Untuk ukuran tahun 80-90 an buku seharga 300 ribu rupiah sangat mahal sekali, tapi Bapak membeli dengan penuh rasa bangga.

Waktu kuliah, saya banyak tertolong dengan koleksi beliau, mulai dari buku mikroprosesor, datasheet, EE. Handbook karya B.L. Theradja, dan banyak sekali buku lainnya hasil koleksi beliau yang sudah menyelamatkan saya dari masa-masa sulit.

Salah satu cita-cita saya adalah punya perpustakaan di rumah yang nyaman (mungkin mirip punya Bruce Wayne), cukup kedap suara, letaknya di daerah pegunungan yang sejuk. Bapak bisa istirahat tenang sabil baca buku dan nulis disana.

Ah, semoga mimpi ini bisa tercapai. Amiinn…..

Target buku bulan depan : FreeBSD, Perl, atau Tcl/Tk

ps : Terima kasih buat Bapak yang sudah mewariskan sifat cinta buku terhadap saya.

19 Responses to “Beli buku asli ? Kenapa tidak ?”

  1. achmadi.net Jay Says:

    Beli buku itu jangan beli buku komputer dong!

    Buku sastra, ensiklopedi, novel, atau yang orang lain bisa ikut baca.

  2. achmadi.net Mira Says:

    Setuju ama Jay. Eh saya sih sebetulnya ga keberaratan orang lain ikutan baca. Cuma ya itulah, kadang-kadang orang seneng pinjem ga seneng balikin. Dan saya ga seneng kalo nagih-nagih. Higs.

  3. achmadi.net aing Says:

    dulu beli bekas ato potokopi waks sekarang beli buku saja keluar negeri mahal pulak
    blagu amat yah

  4. achmadi.net dendi Says:

    tanggapan untuk tante Mira:

    Pernah baca di suatu buku. Katanya, orang bodoh itu orang yang meminjamkan bukunya ke orang lain.
    Tetapi lebih bodoh lagi orang yang udah pinjem buku trus dibalikin..
    ;-p

    itu bukan kata-kata saya, lhoo..

  5. achmadi.net Yogie Says:

    Wah… kalo gitu jangan pernah minjemin buku apapun ke mas Dendi tuh.. hihihihi….

  6. achmadi.net achmadi Says:

    to kang Jay dan tante Mira :
    Saya juga suka buku-buku sastra, novel, ensiklopedi dan juga subjek-subjek lainnya misal Gajahmada, Trilogi Klan Otori, The Templar Legacy, Lung Hu wu Lin (bener ga ini nulisnya ?) , dsb. Kebetulan aja pas mau beli buku-nya kadang-kadang sudah ada teman yang beli ya jadinya nebeng aja, kecuali kalo memang ngebet baca atau mau dipake buat koleksi.

    Iya tuh, males banget kalo ada yang pinjem terus lupa balikin.

    to Aing :
    Wah, bukannya belagu bang, kebetulan aja pas ada yang ngajakin jalan sebentar ke seberang, saya nyasar ke toko buku, pas ada diskon pula. Udah didiskon aja masih terasa mahal buat gw kok. Tapi itu investasi, bukan buat gaya-gayaan.

    to Dendi :
    *noted* :p

  7. achmadi.net helgeduelbek Says:

    Dalam buku ada ilmu, mencari ilmu belilah buku, gak bisa beli tapi pingin dapat ilmu trus gak ada yag kasih pinjam? bikinlah buku… :D

  8. achmadi.net tunggul Says:

    Ada ebook FBSD mau?
    hihihi
    *ini suara daemon-daemon pembajak yang katanya sudah mendarah daging itu :p*

  9. achmadi.net Priyadi Says:

    dari http://direktif.web.id/arc/2006/10/pasal-72

    Perbanyakan suatu ciptaan selain program komputer, secara terbatas dengan cara atau alat apapun atau proses yang serupa oleh perpustakaan umum, lembaga ilmu pengetahuan atau pendidikan dan pusat dokumentasi yang bersifat non komersial semata-mata untuk keperluan aktifitasnya

    artinya fotokopi buku masih legal untuk keperluan perpustakaan umum, lembaga ilmu pengetahuan atau pendidikan dan pusat dokumentasi selama masih non komersil.

    kasian amat ya yang bikin buku :)

  10. achmadi.net mozhey Says:

    mas, bukumu masih di aku tiyga biji. dirimu kapan pulang??? ntar ta’anter wis… moga aja pulangnya pas musim mangga yak, biar aku kecipratan… ehuehehehe… sante aja bukumu masih disimpen rapi kok…
    kalo berminat “manga” aku punya tiyga judul, yg duwa tamat (1 dan 30 series), yang satuw in progress :D

  11. achmadi.net Azil Says:

    opantes, di perpus kampus semua buku asli gak boleh di pinjem (bawa pulang). yang boleh cuma buku fotokopian.
    *doh*

  12. achmadi.net Indra Says:

    Wah, wah. Andai saja saya [masih] memiliki kemewahan pergi ke luar negeri membeli buku-buku aseli. Pasti deh [nggak] bakalan saya pinjem-pinjemin ;-)

    Tapi bener lho, bukan karena nggak ingin menghargai karya orang lain dan tak ingin roda ekonomi dan kehidupan orang lain berhenti, kami ini [setidaknya saya he he] masih sering mencari yang paling bisa diperoleh dengan mudah dan murah.

    Soal lain, bicara buku bacaan asing, toko buku yang ada di sini juga suka sadis. Berapa persen coba lonjakan harga jual dibanding dengan harga bandrolnya?

    Percaya nggak kalau saya pernah dapatkan [bukan di sini] Business Book in a box karya Tom Peters seharga $5 saja? Waktu itu belum setahun setelah penerbitannya. Saya pernah pula borong 5 buku hard cover dengan hanya $13! Asal bukan New Release, buku2 komputer dapat diperoleh antara $10 s/d $20.

    Point saya, margin keuntungan toko buku sangatlah besar. Sadisnya, ketika saya iseng ‘menghadiri’ bazar buku Rp.10.000 untuk 4 buku dari pemilik jaringan toko buku yang sangat besar, pegelnya kaki karena ngantri, cucuran keringat karena bejubelnya orang tidak sebanding dengan buku-buku [tidak] bermutu yang usianya rata-rata di atas 5 tahun!

    Nah, kenapa QB di PI tutup? Di tempat/cabang lain [mulai] sepi? Kenapa Borders di Singapura rame? Saya rasa bukan karena perilaku [calon] pembacanya.

    Eh, maaf, jadi ngelantur…Happy membaca buku-buku [non] bajakan Mas..

  13. achmadi.net Affan Says:

    Ada yang punya Atlas National Geographic yang ukurannya guede itu ? Pernah baca di Kinokuniya Plaza Indonesia, harganya 2 juta! Ada gambar yang keren, dua halaman, bola dunia asia yang sisi timurnya sudah ada mataharinya, sisi baratnya masih malam. Wah top banget!

  14. achmadi.net Rizma Says:

    Bener, buku asli!!,, masa textbook Ma yang dipinjem malah dikopi ampe lepas lepas halamannya,, sial!!

    kok ga nyambung ya,, :)

  15. achmadi.net si dede Says:

    ummmmmmmmmmmmmmmm..
    kebetulan niy.. gi penelitian mengenai kebiasaan pelajar motokopi buku. ijin diambil ya tulisannya. biar ga disangka plagiarisme. ;D

  16. achmadi.net achmadi Says:

    #15 : Boleh kok, silakan.

  17. achmadi.net felicia Says:

    wah, bisa beli buku life time nya gak? Saya lagi cari2 nih…. kalo bisa, tlng email saya ya…
    Thx

  18. achmadi.net izzu Says:

    Kalo nyari buku-buku komputer import dimana sih Om…pengen banget punya (walau cuma 1..). Bingung caranya kalo mao order ke Amazon.com..

  19. achmadi.net achmadi Says:

    to izzu: Kalo pas di jakarta, coba aja ke Kinokuniya. Kalau mau pake Amazon bisa juga sih, siapin aja kartu kredit + alamat valid. Dan tentunya berdoa semoga kartu kreditnya diterima. :D

Leave a Reply