Satu titik hitam di dahi kanan tepat di atas alis saya ini memang terlahir sebagai ciri khas yang cukup membedakan dibanding orang-orang lainnya ( selain alis tebel dan bibir ala lipstick-an ). Waktu kecil, tahi lalat ini sering dijadikan bahan olok-olokan oleh teman-teman sebaya. Hal ini terus berlangsung hingga masa SMA kalo ga salah. Bahkan sampai sekarangpun kalau pas ketemu temen sekolah masih sering saling bertukar pantun berupa ejekan kita masing-masing di masa lampau yang kadang memang terkesan fisik dan rasis. Tapi karena kita sudah paham karakter masing-masing, tidak berasa ada namanya merendahkan.
Aneh kali ya, tapi itu memang benar adanya.
Ada juga teman SMA, namanya anggap aja Z. Dia punya tahi lalat yang cukup besar di bawah mulutnya. Gara-gara itu, dia mendapat julukan “petis”. Buat yang ga tau apa itu petis, silakan cari dulu. Hihihi, jadi ingat guyonan jaman jadul dulu.
“Eh kowe mangan tahu petis rung dilap resik to?”
“Kuwi petis-e jek nemplek ning rai”
Nha, abis itu tinggal sang korban yang misuh-misuh ga karuan.
(more…)

6 Comments »